images pens 2Tahun baru harapan dan agenda baru, itu yang biasanya ada dalam pikiran dan hati setiap insan. Meski  ada juga yang tidak peduli  dengan semua itu, yang  terpenting adalah melakukan sesuatu untuk sebuah hasil yang lebih baik. Seperti halnya dengan  kami, para Pekerja Rumah Tangga yang tergabung dalam Serikat-serikat/Operata-Operata di Indonesia: SPRT Tunas Mulia DIY, KOY, SPRT Merdeka Semarang, SPRT Bandar Lampung, SPRT Paraikatte Makassar, SPRT Sapulidi, Operata Vipamas, Operata Poncab, Operata Sedap Malam dan Operata Panongan yang bergabung dalam JALA PRT.

Pada  awal  tahun 2018 akan membuat media online dengan nama “TUNGKU MENYALA”. TUNGKU MENYALA adalah surat kabar dari kami PEKERJA RUMAH TANGGA  (PRT) kumpulan berita dan tulisan yang kami persembahkan untuk kawan-kawan.

Nama TUNGKU MENYALA, kami pilih karena TUNGKU simbol salah satu alat kerja PRT dan juga dapur yang melambangkan ekonomi kami. Kami berjuang agar pekerjaan kami dan status kami sebagai pekerja diakui. Kami berjuang untuk keadilan dan kesejahteraan kami. Menyala: melambangkan semangat perjuangan yang terus menyala.

TUNGKU MENYALA dikelola oleh Tim Kerja yang terdiri dari PRT perwakilan dari SPRT Tunas Mulia, KOY dari Yogyakarta, SPRT Merdeka dari Semarang, SPRT Sapulidi, Operata Vipamas, Operata Sedap Malam, Operata Pondok Cabe dari DKI Jakarta dan Tangerang Selatan.

TUNGKU MENYALA menjadi salah satu pilihan media kami untuk menyuarakan persoalan dan perjuangan kami PRT di Indonesia akan mendesak situasi kerja layak bagi kami.

PRT  adalah Pekerja, bekerja melakukan pekerjaan rumah tangga dari para pemberi kerja untuk mendapatkan upah. Namun keberadaan kami PRT masih dipinggrikan, tidak diakui.Negara mengabaikan perlindungan PRT baik di level lokal dan nasional. Kondisi ini yang menyebabkan pelanggaran hak-hak PRT. Realitas menunjukkan PRT – yang mayoritas adalah perempuan dan anak – rentan berbagai kekerasan dari fisik, psikis, ekonomi, sosial. PRT berada dalam situasi hidup dan kerja yang tidak layak, situasi perbudakan. PRT mengalami pelanggaran hak-haknya: upah yang sangat rendah 20-30% dari UMR;   upah tak dibayar; tidak ada batasan beban kerja yang jelas dan layak, jam kerja yang panjang: rata-rata di atas 12-16 jam kerja; tidak ada hari libur mingguan, cuti; minim akses bersosialisasi – terisolasi di rumah majikan, rentan akan eksploitasi agen – korban trafficking, tidak ada jaminan sosial, tidak diperbolehkan atau dihalangi untuk berorganisasi – berserikat, tanpa perjanjian kerja kerja tertulis.

Untuk itu kami berjuang untuk terjadinya perubahan, adanya pengakuan, perlindungan keadilan terhadap PRT. Kami berjuang agar terwujudnya Undang-Undang Perlindungan PRT dan Ratifikasi Konvensi ILO 189 tentang Kerja Layak PRT.

Kami berharap, TUNGKU MENYALA akan selalu menjadi  semangat, ruh PRT untuk  selalu menulis dan menulis untuk perjuangan perubahan.Seperti petikan dalam Buku PRT “KAMI TIDAK AKAN DIAM” bahwa ”Menulis akan menghidupkan api gerakan kami. Kami yakin bahwa  sepanjang-panjang tulisan, sebanyak-banyak pesan dengan doa dan harapan, akan membawa kami pada tujuan, keadilan untuk Pekerja Rumah Tangga”

Diharapkan media ini akan membawa manfaat bagi berbagai pihak terkhusus Pekerja Rumah Tangga. Semoga dengan semangat baru 2018 ini, mampu mengantarkan sebuah perubahan yang lebih baik.

Redaksi  mengucapkan Selamat Tahun Baru, selamat membaca , selamat bekerja dan  berorganisasi  dengan rasa gembira …  (Redaksi)