Sembako DiliBeras Telur Naik, Kapan Upah PRT Naik!!

Menjelang tahun baru 2018, kita dihadapkan kenaikan harga kebutuhan pangan.Harga beras dan telur naik dengan kisaran Rp. 1.000-1.500 per kilogramnya. Banyak warga dari berbagai kalangan mengeluh, apalagi dengan para PRT yang rata- rata pedapatannya masih sekitar 20-30% dari bUMR. Banyak PRT yang mengeluhkan tentang kenaikan harga pagan tersebut, karena beras adalah makanan pokok orang Indonesia, untuk telur pun adalah makanan yang mudah untuk diolah. Kami khawatir kenaik harga ini akan merebet ke harga bahan lainnya seperti cabai.

Kalau petani yang juga keluarga kami dari desa mendapat kenaikan harga dari hasil panen, kami menyadari.  Tapi kalau petani tidak menaikkan harga, tapi harga jual  di luar naik. Ini sama saja petani tidak mendapatkan kesejahteraan dari hasil kerjanya sepertinya kami PRT.

Nah ini, harga jual naik tapi petani  tidak menaikkan. Harusnya Pemerintah mengendalikan harga. Pemerintah kita tidak melihat ke ekonomi lemah seperti PRT. Kenaikan harga pangan tersebut sayangnya tidak diikuti kenaikan upah PRT Indonesia. Dan keadaan ini tentunya membuat para PRT harus benar-benar prihatin dalam keluarga.

Bagaimana informasi situasi PRT menghadapai kenaikan harga pangan. Berikut wawancara kami dengan beberapa PRT. Berikut petikan wawancara Reporter kami, Yuni SR.

Mbak Siti Bailah perempuan kelahiran Wonosobo 1969, Anggota SPRT Sapulidi Jakarta.

Yuni SR : “Gimana mbak Siti, dengan kondisi bahan pangan pokok ini yang sekarang ini naik?” “Bagaimana menghadapi situasi ini?”

Siti Bailah : “Dengan kondisi beras dan telur naik, saya merasa  makin pas pasan apalagi saya bekerja sendiri tulang punggung keluarga”. Setiap hari selain jadi PRT saya juga jualan nasi setiap pagi. Tapi sejak pemilik kontrakan melarang saya tidak mendapat tambahan penghasilan. Sekarang malah harga naik.”

“Saya mau bicara majikan untuk menaikan gaji saya yang belum naik selama 1 tahun ini.”

Yuni SR juga mewawancara Mbak Oom Umiyati.

Yuni   SR  : “Menurut mbak  Oom bagaimana mbak  Oom bisa mengatasi hal kenaikan bahan pangan beras dan telur?”

Oom Umiyati: “Saya bingung  cara membagi keuangan kalau bahan pangan naik.” Biasa dengan uang belanja saya cukup untuk 2 hari, sekarang bisa hanya belanja 1 hari saja. Saya bingung. Padahal keluarga saya ini keluarga kecil dengan anak satu. Bagaimana dengan keluarga yang anaknya lebih dari 1 ya?”

Yuni SR: “Terus dengan kenaikan tersebut, untuk masalah gaji yang tidak naik      bagaimana?”

Oom Umiyati: “Harusnya tiap tahun upah naik. Lha wong harga juga naik.” “Kemauan saya  buat majikan tidak perlu diminta kenaikan gajinya, jadi saya bisa tenang sedikit. Ya saya sejak kemarin sedang mencoba menego dengan boss”.