Kami PRT di  Jabodetabek, sebelum 2013 kami belum berorganisasi dan saling kenal antar kawan PRT di Jakarta Selatan dan sekitarnya. Tahun 2013, kami mulai dipertemukan dalam satu wadah organisasi, yang dinamai Serikat PRT Sapulidi. Awalnya di bulan April 2013, hanya 7 orang bertemu dengan JALA PRT karena ada penanganan kasus. Lalu menjadi 30 orang di Juni 2013, kemudian 100 dan berkembang menjadi 2531 di Maret 2018.

Merencanakan

Dengan anggota sebanyak itu tentu tidak mudah untuk mengkoordinasi, melakukan komunikasi dan bertemu langsung dengan 2531 anggota yang terdaftar. Maka sejak September 2017, kami membagi menjadi 13 sub komunitas (SK) dan dibagi lagi menjadi tim/kelompok 10.  Lalu bagaimana untuk bisa menjangkau semua? Pertama, Sekarang jaman modern, jaman sudah maju. Andalan kami HP, paketan pulsa atau wifi, sehingga kami bisa ber-WA-an di banyak WA group SK dan tim 10. Kami bisa bermedsos, khususnya facebook. Kedua, kami ada Sekolah PRT mingguan yang diikuti para leader  tim 10 atau penggerak istilahnya, pertemuan pengurus.

Tapi, dari semua andalan di atas, kan tidak cukup kalau tidak bertemu  langsung antar anggota. Biasanya hanya tahu anggota seorganisasi via di WA group atau facebook. Memang, ada anggota yang sudah saling kenal. Namun, seiring dengan RAP anggota baru, maka bertambah anggota yang belum saling tahu dan kenal. Jadi kita perlu ketemu berkumpul bersama. Lalu, bagaimana caranya? Kami pikirkan bagaimana caranya?

Kami ingat, dulu kami ada kegiatan olahraga bersama, aerobic bersama, tahun 2014. Setiap 3 bulan sekali. Nah sudah lama kami tidak aerobic bersama.   Jadi gimana kalau kita bikin aerobic bareng?

Selain itu, kami juga ingat, kalau kami kedatangan tamu ke Sekolah PRT, kawan-kawan menyajikan  berbagai makanan hasil masakan kawan-kawan sendiri. Macam-macam makanan, dari makanan nusantara seperti sate Madura, pecel, dan urap yang terkenal enaknya. Ada makanan Korea, Jepang, dan Barat. Semua enak. Kenapa makanannya tidak dipromosikan saja ke banyak orang?  Jadi kita bikin bazar juga, pikir-pikir kan anggota banyak potensi. Tidak ada salahnya kita promosikan hasil masakannya.

Jadilah kita gabungin jadi satu. Kita sepakat bikin aerobic dan bazar bersama SPRT Sapulidi. Setelah gerak-gerak aerobic pasti haus dan lapar. Nah bisa beli makanan yang dibuat dan dijajakan anggota di bazar.

Rencana ini tentu saja karena rencana kegiatan organisasi, maka harus ditawarkan ke anggota. Perlu dibahas dan disepakati bersama dalam rapat organisasi, kapan, bagaimana dan dimana serta siapa saja yang ikut, termasuk mau jadi peserta bazar. Selain itu, acara ini akan menjadi agenda rutin dari Bidang Koperasi dan Tim Dancing SPRT Sapulidi. Karena kegiatan ini sekaligus untuk kegiatan ekonomi,  penggalangan dana organisasi.

Sebulan lebih sedikit persiapannya, 24 Februari dirapatkan di Rapat Bulanan Pengurus SK dan Tim 10 bersama Seknas JALA PRT. Untuk tempat diusulkan di Bumi Perkemahan Ragunan karena luas terbuka dan mudah dijangkau transportasinya. Mengingat 90% anggota di Jakarta Selatan dan sekitarnya. Alternatif tempat lain di GOR Ragunan dan GOR Futsal Lebak Bulus. Syaratnya mudah dijangkau transportasi umum dan biaya sewa tidak mahal.  Pilih waktunya, ya karena bazar ada jualan, maka ya cari tanggal muda lah dan pastinya pas kita libur. Cek kalender, pas Minggu, 1 April  2018. Jadi kita sepakati Senam & Bazar PRT Minggu 1 April 2018 pagi hari pukul 7, di Bumi Perkemahan Ragunan. Lalu kami bentuk panitia untuk membagi tugas,  untuk tempat, instruktur senam, peserta bazar, peserta senam, perlengkapan, dan sebagainya.

Dalam prosenya ada perubahan tempat, karena ternyata Bumi Perkemahan penuh sampai Juni. Akhirnya kami pilih ke GOR ORI Futsal Lebak Bulus.

Hal penting, adalah karena ini kegiatan ekonomi organisasi, maka 2,5% dari untung hasil penjualan di bazar disumbangkan ke organisasi untuk koperasi dan setiap SK.  Namanya juga baru pertama kali. Kami mau lihat dulu seperti apa minat pembeli.

Acara tinggal 1 bulan. Peserta senam dan bazar harus didata. Karena butuh perlengkapan untuk mengatur tata letak dan perlengkapan untuk kegiatan. Kami koordinasikan dan komunikasikan terus di WA group. Undangan disebar dengan gambar yang dibuat Pak Bagus. Kami juga mengajak kawan-kawan PRT dari operata-operata untuk bergabung.

Kami bahas lagi persiapannya di Rapat Pengurus 23 Maret 2018. Peserta senam ada 310. Peserta bazar ada 41 dengan berjualan berbagai makanan minuman dan barang. Jadi kami harus sediakan 20 meja untuk bazar. 1 meja untuk berdua. Untuk perlengkapan dan akomodasi, kami didukung JALA PRT.

Yang bagian senam juga sangat semangat. Tim Dancing, Cyah, Ajeng, mbak Poni sudah berkreasi dan berlatih senam “Kewer-Kewer” dan “Pinguin” yang diubah ada gerakan “PRT”nya, kayak mencuci, menjemur, menyapu, mengepel.

Jumat, 30 Maret 2018 kami pertemuan gladi resik untuk mengecek semua persiapan, termasuk untuk penerima tamu, tim senam, sambutan, doa, perlengkapan, keuangan bendahara. Rasanya antusiasme sangat terlihat di kawan-kawan. Apalagi pada Sabtu malam di WA group, pada ramai posting foto sedang memasak untuk jualan di bazar.

Tiba Hari “H”nya

Minggu, 1 April 2018 tepatnya di GOR ORI Futsal, Lebak Bulus I, Jaksel, dekat seberang RS. Fatmawati, sejak jam 6 pagi sudah mulai ramai berdatangan panitia dan peserta Senam dan Bazar SPRT Sapulidi dan juga dari JALA PRT.

25 meja dan kursi bazar dipasang di halaman GOR. Soundsystem disiapkan, suaranya kencang, menambah semangat kami. Terbayang pasti nanti senamnya seru karena musiknya menggelegar.

Tim penerima tamu bersiap untuk absen. Para peserta terus berdatangan. Ada yang sendiri, ada yang bersama keluarga, suami dan anak-anak.  Ini kegiatan refreshing bersama, jadi keluarga diajak, agar juga tahu dan dukung kegiatan istri atau ibunya berorganisasi.

Ternyata lebih dari 1000an anggota SPRT Sapulidi yang datang bersama keluarga, mengikuti kegiatan. Yang ikut senam lebih dari 300an. Kami sangat antusias sekali dengan adanya acara tersebut. Penerima tamu meski sudah dibagi 13 orang masih juga kewalahan untuk absen peserta yang datang.

Berkali-kali diumumkan peserta untuk segera masuk ke GOR. Yah, namanya ibu-ibu, ketika jumpa pasti ngobrol dulu, ramainya bukan main. Jadi panitia harus mengarahkan agar segera masuk ke dalam GOR karena acara segera dimulai. Peserta sudah masuk. GOR jadi penuh di dalam dan di luar.

Acara dimulai pukul 7 lebih sedikit, dengan aba-aba dari JALA PRT untuk atur barisan. Dibuka dengan doa dari Lastrini, disusul Indonesia Raya dan kemudian sambutan oleh Miska.

Tibalah saatnya gerakan yang ditunggu. Musik “Kewer-Kewer” disetel. Langsung peserta bergerak mengikuti gerakan Tim Dancing Cyah, Ajeng, mbak Poni, mbak Parsi dan mbak Endang. Meriah sekali. Terkadang diselingi dengan yel-yel bersama di tengah gerakan. Rupanya semua ketagihan dengan “Kewer-Kewer”, jadi diulang lagi. Setelah itu disusul dengan senam “Pinguin”.  Bu Denti, instruktur senam masuk dan terus lanjut.  Kadang terlihat yang belum hapal gerakannya, OK saja, yang penting lanjut terus dan happy semua.

Maklumlah sudah 4 tahun tidak senam bersama sebagai satu organisasi. Banyak anggota yang memang ikut kelompok senam masing-masing dan rutin. Tapi yang bersama sebagai Sapulidi ya baru 2018 ini lagi. Suasananya pastilah beda. Apalagi ada bazarnya.

Sembari senam, acara jual beli di bazar mulai berlangsung. Semua meja, dipenuhi dengan dagangan kawan-kawan PRT, dari macam-macam makanan, serba aneka rasa minuman sampai  dengan pakaian-pakaian semua memenuhi stand yang sudah disediakan. Ada yang berjualan makanan ringan dari risoles,  arem-arem, pastel, roti, cake, piscok, dadar gulung, pai, aneka minuman, makanan kering, bubur. Lauk pauk ada pepes, ayam goreng, pecel, sambel pecel, gudeg, buntil, bothok, sate dan bebek Madura, kimbab, kimchi, dan lain-lain. Ada yang berjualan pakaian dan dompet.

Tak ketinggalan, peserta Operata Vipamas Pamulang dan Operata Pondok Cabe dan Operata Sedap Malam pun ikut berpartisipasi dengan acara tersebut. Seperti ibu Dewi dari Operata Pondok Cabe berjualan piscok dan es buah. Ada Siti Nur Animah yang terlihat berjualan produk kosmetik. Diyana berjualan dadar gulung, arem-arem.

Peserta senam mulai haus dan lapar, ajang bazar makin penuh rame, hingga berdesakan. Pantauan kami, stand mbak Sukini yang jualan gudeg krecek dan pepes, mbak Oom dengan bothok pepes, mbak Poni dengan bumbu pecel, bu Atin dengan buntil-nya, Santi dengan sate Madura-nya paling cepat ludes. Pembeli pada kecewa, karena cepat habis. Pertanda orang-orang kalau pada rindu masakan tradisional.  Lain cerita, mbak Rahmini, yang tadinya ragu mau jualan kimbab, kimchi. Maklum sudah belasan tahun mbak Mini, panggilannya, kerja di orang Korea di bilangan Pondok Indah.  Bahan dasarnya bikin kimbab mahal, apa iya nanti bisa laku. Ternyata cepat habis juga.

Meja bazar yang di halaman semua tanpa tenda, jadi ketika sudah menginjak jam 8 mulai panas. Tapi panas tidak menyurutkan semangat kawan-kawan. Meja bazar tetap penuh kerumunan.

Bagaimana antusias dan happynya mereka?  mari kita dengar kesan kawan-kawan.

Mbak Sayem, “Saya gembira hari ini melihat teman-teman yang  lain  berkumpul,  antusias mengikuti acara perdana bazar dan senam bersama. Salam kompak selalu Sapulidi makin maju dengan semangat yang menggebu-gebu seperti senam tadi.”

Mbak Dartem, “Saya sangat senang bisa bergabung dengan Sapulidi, hari ini ikut olah raga bersama apalagi saya suka sekali olah raga senam.”

Miska yang kebagian memberikan sambutan, “Alhamdulillah pas sambutan saya nggak grogi karena banyak yang kasih support. Makasih ya kawan-kawan sudah memberi saya kesempatan.Terus acara hari ini lebih meriah dan lebih ramai dari perkiraan saya”

Winarsih, “Saya gembira dengan bazar hari ini karena antusias dan semangat kawan-kawan PRT semua dari mempersiapkan bahan-bahan makanan, membuat  berbagai macam aneka kue, lauk pauk untuk disediakan pas hari bazarnya. Gembira bersama dari kawan-kawan semua di hari libur mingguan. Sejenak kawan-kawan PRT melepas lelahnnya setelah setiap hari kerja. Semua kawan-kawan PRT berkumpul bersatu semangat dan gembira bersama-sama.”

Ajeng Astuti, “Saya pribadi sangat senang dengan adanya Senam dan Bazar ini. Apalagi saya dipercaya buat bikin gerakan senam bersama Tim Dancing senam.”

 Cyah, “Kesannya sangat luar biasa sekali karena ini pengalaman  pertama  Cyah sebagai instruktur senam dan melihat reaksi dr kawan-kawan sangat antusias sekali mengikuti senam.”

Sukini, “Saya sangat senang dengan bazar ini. Saya bisa bertemu dengan kawan-kawan yang bergabung di SPRT Sapulidi. Makanan yang saya jual hari ini, jam 8 sudah habis. Terus saya bisa membantu ibu Sainem sama mbak Dian Pertiwi. Senang pokoknya, biar kepanasan tetap semangat.”

 Asri, “Saya senang dan bangga organisasi Serikat PRT yang mampu menyelenggarakan acara yang sangat meriah seperti ini walau dengan keterbatasan tempat.“

Bazar dan senam bersama yang kami adakan perdana ini benar-benar menjadi ajang bertemu, berkumpul dan sebagai salah satu cara untuk menarik anggota. Baik anggota yang sudah lama bergabung dan anggota baru untuk saling mengenal dan silaturahmi, bahkan juga ada yang ngeRAP anggota baru di acara bazar.

Mbak Etty, “Pokok senang semangat. Di acara bazar ini saya bawa formulir. Saya ngeRap 5  anggota baru. Tidak sia-sia saya bawa formulir.”

Nur Khasanah, “Saya sangat senang, terkesan dan terharu. Senang Alhamdulilah acara berjalan dengan lancar. Terkesan tenyata kita bisa buat acara hajatan senam bazar yang sangat meriah. Terharu sekali kalau lagi kumpul-kumpul dengan kawan-kawan. Ada kebersamaan, kesetiakawanan, sangat terasa. Harapannya ke depan bisa di tempat lebih terbuka.”

Acara hari ini berjalan dengan sukses, lancar.  Pukul 10 acara kami tutup, karena GOR akan digunakan untuk orang lain.

Senam dan bazar berikutnya, Agustus dan Desember, karena jadi agenda per 4 bulan. Dari senam dan bazar perdana, kita belajar mana yang perlu diperbaiki untuk ke depan.  Banyak masukan untuk perbaikan, untuk sosialisasi ke warga sehingga masyarakat umum bisa banyak yang datang, pengaturan dan keberagaman makanan ditambah, khususnya lauk pauk karena kata kawan-kawan habis senam pada capek jadi pingin langsung makan. Masukan untuk tempat perlu lebih luas, ada tenda untuk meja bazar, panggung untuk instruktur senam sehingga terlihat.

Ludiah, “Saya gembira sekali, karena banyak teman-teman yang hadir. Bahkan saya pribadi membawa keluarga. Tampak anak-anak saya senang bersama dengan kawan-kawan PRT. Harapan saya kedepannya tempatnya terbuka dekat dengan daerah warga, agar masyarakat umum bisa datang. Misalkan di pertengahan kampung, di situ banyak sekali masyarakat yang kontrak rumah dan mungkin bisa datang ke bazar.”

Mbak Ponitiara, “Untuk perbaikan, kalau ada acara seperti tadi, misal ada wartawan itu lebih bagus agar masyarakat dan pemerintah tahu bahwa ada organisasi PRT yang berorganisasi dan banyak kegiatan. Untuk senam ke depannya perlu ada pangung agar yang belum tahu gerakannya bisa lebih mudah mengikuti. Bagi  saya sendiri, sangat berkesan sekali karena ini pertama kali saya berkreasi membuat gerakan PRT di senam  bersama Cyah dan Ajeng. Memang belum sempurna, tapi ini membuat saya bangga dan sangat gembira.”

Motivasi kami dengan diadakan ini supaya anggota PRT selalu mau bersosialisasi dengan banyak kawan lainnya dan berbagi cerita yang berkesan dari salah satu cerita manfaat bergabung di SPRT Sapulidi.

Sampai berjumpa lagi di Senam dan Bazar berikutnya ya …

Rep.: Yuni Sri Rahayu – SPRT Sapulidi DKI Jakarta