Penelitian terkait pekerja rumah tangga (PRT) di Indonesia sudah banyak dilakukan. Sebagian besar penelitian terkait dengan perlindungan hukum atau tiadanya regulasi yang melindungi PRT di Indonesia. Hal ini amatlah wajar karena tiadanya perlindungan hukum menyebabkan banyak masalah terjadi dan tiada penyelesaian yang memadai.

Sebenarnya, masalah tiadanya perlindungan hukum ini merupakan satu hal dari beberapa masalah yang dihadapi PRT. Bisa dikatakan ada masalah struktural dan kultural yang melingkupi kehidupan PRT di mana pun, tidak hanya di Indonesia. Secara kultural, masalah yang dihadapi PRT di sini adalah masih melekatnya sistem nilai, adat istiadat, norma-norma, kebiasaan pada individu atau masyarakat yang telah mendarah daging yang menempatkan PRT sebagai pekerjaan rendahan, sehingga sebutan sebagai pembantu masih melekat yang menandakan bahwa pekerjaan ini tidak diakui sebagai pekerjaan yang sesungguhnya. Sebutan sebagai “pembantu” bukan “pekerja” oleh kebanyakan masyarakat kita menandakan bahwa PRT dianggap bukan pekerjaan, yang bisa menghasilkan uang atau pemasukan tetap bagi keluarga. Sedangkan masalah struktural adalah hambatan yang muncul karena hubungan kekuasaan, antar kelompok sosial sehingga bisa menghasilkan kekuatan memaksa, memerintah, dan menghambat tindakan manusia. Kekuatan tersebut bisa terlembaga secara legal-formal, seperti peraturan per-undang-undangan atau kebijakan dari pemerintah.

Untuk mengubah kondisi dan situasi di atas diperlukan banyak upaya yang terus-menerus dengan pelbagai macam strategi oleh banyak pihak, khususnya oleh organisasi-organisasi PRT sendiri. Upaya-upaya yang dilakukan oleh organisasi PRT ini perlu didukung dan diperkuat sehingga selain bisa mengubah situasi dan kondisi di luar (eksternal) juga mengubah kondisi internal organisasi PRT itu sendiri. Dan upaya-upaya tersebut amatlah penting untuk didokumentasikan dan disebarkan agar masyarakat luas semakin mengetahui masalah, mimpi, potensi, dan sumbangsih PRT bagi kehidupan bersama.

Berangkat dari paparan di atas, Tungku Menyala kali ini akan menyajikan Empat tulisan yang merupakan rangkuman dari penelitian yang dilakukan Ari Ujianto tentang sebuah organisasi PRT yang bernama Serikat PRT (SPRT) Sapulidi, Jakarta.  Empat tulisan tersebut meliputi: profil SPRT Sapulidi, Jakarta; bagaimana SPRT Sapulidi melakukan perekrutan anggota; pengembangan kapasitas yang dilakukan, dan aksi publik yang dilakukan SPRT Sapulidi. Semoga bermanfaat, dan selamat membaca.

Redaksi