JAKARTA- Pemerintah perlu mempersiapkan dampak sosial dan ekonomi pada rakyat kelas bawah akibat kebijakan penanganan wabah Corona. Dibutuhkan social safety net yang kuat dan kongkrit agar dampak sosial ekonomi pada masyarakat bisa terkendali. Hal ini disampaikan oleh Lita Anggraini, Koordinator Nasional JALA PRT kepada pers, Rabu (18/3) sehubungan dengan penetapan darurat bencana dan pemberlakukan Sosial Distancing dalam menghadapi wabah Corona di Indonesia.

“Mayoritas masyarakat lapisan bawah terutama kelas pekerja formal maupun informal seperti PRT, Ojol, warung kaki lima, rumah makan, toko, adalah yang paling beresiko kehilangan akses ekonomi berupa pasar, bahan baku sampai distribusi yang menjadi sandaran kehidupan sehari-hari. Jumlah mereka yang ratusan juta lebih besar akan lebih cepat terdampak.

Lita juga menyoroti kebijakan bagi rakyat,– yang menurutnya harus memperhitungkan dampak yang jauh lebih besar dan berbahaya bagi masyarakat luas dan keutuhan bangsa.

“Apakah pemerintah dan aparat keamanan sudah siap dengan berbagai dampak kemungkinan lain. Terbayang warga yang tidak memiliki akses ekonomi logistik, dan kesehatan jauh lebih besar.

“Pemerintah perlu memastikan pembebasan biaya kesehatan, fasilitas kesehatan dan tenaga medis disetiap kota dan kabupaten dan jalur distribusi logistik bagi rakyat,” ujarnya.

Bagi masyarakat menurutnya tidak ada pilihan lain selain disiplin tinggal di rumah memastikan kesehatan diri dan keluarga, serta mengatur akses bahan makanan.

“Sebanyak 4,2 juta pekerja rumah tangga saat ini menjadi tulang punggung keselamatan keluarga majikan, namun harus terlebih dahulu memastikan kesehatan diri dan keluarganya di kampung,” tegasnya. (Indahsari)